Social Icons

SALJU SHOP

Tampilkan postingan dengan label MUSEUM NYAMUK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSEUM NYAMUK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 November 2013

Wisata Ilmiah Museum Nyamuk Pangandaran

TEATER NYAMUK yang dibangun di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ini bukanlah teater yang biasa Anda bayangkan. Ini adalah museum nyamuk milik Kementerian Kesehatan. Yang mana di museum satu-satunya di Indonesia ini terdapat berbagai fasilitas agar masyarakat waspada akan bahaya nyamuk.

Pada Museum Nyamuk ini pengunjung dapat mengenal berbagai fase perkembangan hewan ini. Selain itu diperlihatkan juga contoh-contoh spesimen genus nyamuk mulai dari Aedes aegypti (nyamuk penyebar demam berdarah), hingga nyamuk Culex (penyebar penyakit kaki gajah), dll.

Untuk memfasilitasi agar pengunjung dapat membayangkan secara visual tentang siklus hidup nyamuk, pengelola museum menyediakan film dokumenter. Dengan semua itu, kata Agus Purwodiyanto, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan, Sabtu (22/8), diharapkan publik dapat melakukan pencegahan sejak dini dari penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk.  

Berikut ini Anda bisa simak selengkapnya di video liputan peresmian Museum Nyamuk ini, dari news Liputan6.com.

JW Player goes here

Museum Nyamuk Menyajikan Dunia Nyamuk

NYAMUK, hewan kecil yang sering kita temui ini memiliki daya tarik yang luar biasa bagi jutaan manusia di dunia. Nyamuk merupakan hewan golongan serangga ini ternyata berdampak luas bagi kehidupan manusia baik secara negatif maupun positif.

Sebagai contoh, sekitar 110 juta penduduk beresiko tertular Malaria. Artinya angka pesakitan manusia Indonesia sekitar tiga juta pertahun. Di sisi lain, ribuan pekerja buruh pabrik yang bekerja pada industri insektisida atau obat antinyamuk bergantung pada besarnya kebutuhan manusia akan obat antinyamuk di sebuah negara.

Teater Nyamuk merupakan ikon wisata ilmiah sebagai kegiatan yang mengintegrasikan pembelajaran ilmu pengetahuan, teknologi dan seni bidang kesehatan dengan kegiatan pariwisata. Museum Nyamuk ini merupakan wisata yang menyajikan seputar seluk beluk dunia nyamuk.

Gedung Museum & Teater Nyamuk Pangandaran

"Keberadaan Teater Nyamuk ini adalah upaya pendekatan kepada masyarakat untuk mempermudah terhadap akses hasil Litbangkes agar penelitian ini berhasil guna dan berdaya guna," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI Agus Purwandianto.

Hal ini disampaikan dalam acara peresmian Gedung Teater Nyamuk di Jl Raya Pangandaran KM 3 Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (19/8/2009).

Sebagai pendukung wisata ilmiah, gedung berkonsep minimalis dengan nuansa perpaduan hijau, merah dan oranye ini dilengkapi fasilitas sesuai kegiatan yang dilakukan di gedung tersebut. Fasilitas itu terdiri dari gedung sinema berukuran 9x8 meter dengan kapasitas 120 orang, ruang multimedia yang berfungsi untuk proses editing dan dubbing, pusat pelayanan yang berfungsi sebagai tempat pelayanan informasi, penjualan tiket serta penjualan souvenir dan museum sebagai tempat penyimpanan koleksi dan dokumen.

Museum nyamuk pertama di Indonesia ini dihiasi replika nyamuk ukuran besar pada dinding utamanya. Ada enam Genus (tingkatan) koleksi nyamuk yang dimiliki museum ini, yaitu, Aedes, Culex, Anopheles, Mansonia, Armigeres dan Toxor. Masing-masing genus terdiri dari spesimen, stadium telur, larva, pupa dan nyamuk.

Sementara Kepala Loka Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Ciamis, Sugianto mengatakan alasan pembangunan Teater Nyamuk dikawasan wisata Pantai Pangandaran sebagai wisata ilmiah aternatif dari wisata-wisata yang sudah ada disekitarnya. Teater Nyamuk memang direncanakan akan dikomersialisasikan namun tidak ditunjukan untuk mengambil keuntungan. "Keberadaan di sini cukup strategis untuk mendorong geliat pariwisata di daerah ini. Kedepan memang akan dikomersialisaikan, namun tidak profit motif," kata Sugianto. [Arda Dinata]***

Koleksi Wisata di Museum Nyamuk Pangandaran

MUSEUM NYAMUK ini berada di kompleks kantor Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Litbang P2B2) Balitbangkes Kemenkes RI. di Kabupaten Pangandaran. Museum ini milik Kementerian Kesehatan di bawah Balitbangkes Kemenkes RI. Museum nyamuk ini merupakan satu-satunya musem nyamuk di Indonesia yang memilliki berbagai fasilitas yang membantu masyarakat dalam mewaspadai akan bahaya nyamuk. Penggagas pertama kali pendirian Museum Nyamuk adalah Sugianto, saat menjabat sebagai Kepala Loka Balitbang P2B2 Ciamis pada tahun 2009.

Berlatar belakang pemikiran bahwa penyakit menular dengan vektor nyamuk hingga kini masih menjadi beban berat bagi sebagian besar negara tropis termasuk Indonesia. Penyakit-penyakit menular melalui gigitan nyamuk seperti demam berdarah dengue, malaria, filariasis dan chikungunya ini, ternyata masih endemis di berbagai daerah di Indonesia. Buktinya, dapak penyakit tersebut adalah banyak merenggut ribuan jiwa setiap tahunnya. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus sadar akan keberadaan dan bahaya nyamuk tersebut. 

Gedung Teater Nyamuk

Gedung Teater Nyamuk
Museum Nyamuk dibangun di atas tanah seluas 2.000 m2. Gedung ini dilengkapi fasilitas seperti Gedung Sinema (Teater Nyamuk), ruang multimedia, dan ruang Cinderamata, yang pembangunannya selama 3 tahun (2006-2008). Museum ini diresmikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI Agus Purwandianto pada 19 Agustus 2009. Diresmikannya Museum dan Theater Nyamuk diharapkan dapat menjadi ikon wisata ilmiah Litbangkes dan dapat mempermudah akses hasil Litbangkes agar penelitian yang dilakukan selama ini berhasil dan berdaya guna. 

Keberadaan Museum Nyamuk ini setidaknya dapat membantu masyarakat yang ingin mengetahui dan mempelajari tentang nyamuk secara menyeluruh. Pengunjung dapat mengenal berbagai fase perkembangan nyamuk. Juga contoh-contoh specimen genus mulai dari Aedes aegepty (penyebar demam berdarah), hingga nyamuk Culex (penyebar penyakit kaki gajah), dll. Museum Nyamuk ini juga menyediakan film dokumenter tentang siklus kehidupan nyamuk.

Insektarium Nyamuk
Museum Nyamuk ini selain sebagai wisata pendidikan untuk anak-anak TK, SD, SMP, SMA dan PT, juga bersifat promotif untuk meningkatkan perilaku hidup sehat bagi masyarakat umum. Museum wisata ilmiah ini juga dilengkapi dengan sarana penunjang insektarium, laboratorium entomologi, parasitologi, farmakologi dan virology, laboratorium uji Insektisida, perpustakaan dan tanaman obat anti malaria dan pengusir nyamuk (Tompen). 

Atas dasar itu, maka tidak berlebihan kalau Teater Nyamuk ini merupakan ikon Wisata Ilmiah Litbangkes yang keberadaannya tidak lepas dari kegiatan workshop wisata ilmiah yang diselenggarakan atas kerjasama Badan Litbangkes dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis pada awal-awal penggagasannya. 

Koleksi TOMPEN
Lebih lanjut, bila kita melihat di Museum Nyamuk ini, didalamnya memiliki sekitar 80 koleksi nyamuk sebagai vector penyebar penyakit yang asal dari wilayah Indonesia. Koleksi Museum Nyamuk ini dibagi dalam 6 genera, yaitu: Aedes, Culex, Anopheles, Mansonia, Armigeres dan Toxor. Masing-masing genus terdiri dari spesimen, stadium telur, larva, pupa dan nyamuk dewasa.Selain itu juga dilengkapi dengan koleksi simplisia tanaman pengusir nyamuk dan tanaman obat yang untuk meredakan gejala penyakit yang dibawa nyamuk.


Jadi, bila Anda berwisata ke Pantai Pangandaran, maka jangan lupa untuk merencanakan dan menagendakan berwisata ke Museum Nyamuk yang tepatnya berada di Km 3 sebelum masuk Wisata Pantai Pangandaran. (Arda Dinata)***

Wisata di Museum Nyamuk Pangandaran

Gedung Teater Nyamuk Pangandaran

KEGIATAN wisata telah menjadi kebutuhan manusia. Wisata merupakan diantara obat pembunuh kejenuhan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Ada beberapa wisata yang bisa dilakukan Anda untuk menghilangkan kejenuhan, diantaranya yang patut dicoba adalah berwisata ke Museum Nyamuk Pangandaran. Museum Nyamuk Pangandaran ini merupakan bagian program dari kegiatan Wisata Ilmiah Loka Litbang P2B2 Ciamis. 

Teater Nyamuk ini dilengkapi dengan Museum Nyamuk dan ruangan kelas/pertemu. Ada juga kebon Tanaman Obat Malaria dan Pengusir Nyamuk (TOMPEN), dan insektarium nyamuk (berisi tentang pemeliharan nyamuk mulai dari telur-jentik-pupa-nyamuk dewasa).

Teater dan Museum Nyamuk

Jadi, Wisata ilmiah Loka Litbang P2B2 Ciamis menyajikan kombinasi antara peningkatan pengetahuan (pendidikan) dan wisata. Keberadaan Teater Nyamuk ini dibangun sebagai upaya mendekatkan diri kepada masyarakat khususnya dalam penyebarluasan pengetahuan dan hasil penelitian kesehatan yang berdaya guna dan tepat guna.

Museum Nyamuk ini, letaknya berada dekat dengan objek wisata Taman Wisata dan Cagar Alam Pangandaran, Cukang Taneuh (Green Canyon), Pantai Batu Karas, Curug Citumang, dan Pantai Karang Nini.

Untuk itu, bagia siapa pun yang berwisata ke Pangandaran, keberadaan Wisata Ilmiah Loka Litbang P2B2 Ciamis dapat menjadi pilihan Anda dalam meningkatkan pengetahuan di bidang pengendalian penyakit bersumber binatang sekaligus berekreasi.(Arda Dinata)

Jumat, 01 November 2013

Museum Nyamuk: Wisata Edukasi Ilmiah

Jika di Museum Shell Bali Anda akan menemukan beragam jenis kerang, lain halnya saat Anda berkunjung ke museum yang berada di Kabupaten Pangandaran ini. Pasalnya, museum yang bernama Mosquito Theatre ini merupakan sebuah museum yang mengoleksi berbagai jenis nyamuk dari seluruh Indonesia. Museum nyamuk atau Mosquito Theatre ini juga satunya-satunya museum nyamuk yang ada di Indonesia.

Museum ini memiliki konsep minimalis dengan nuansa perpaduan hijau, merah dan oranye. Digagas pertama kali oleh Kepala Loka Balitbang P2B2 Ciamis, adanya museum ini bukanlah tanpa alasan. Pasalnya Indonesia termasuk negara dengan jenis nyamuk yang beragam, ditambah adanya pemikiran penyakit menular dengan vector nyamuk hingga kini masih menjadi beban bagi sebagian besar negara tropis termasuk Indonesia.

Penyakit-penyakit menular melalui gigitan nyamuk seperti demam berdarah dengue, malaria, filariasis dan chikungunya sifatnya endemik di Indonesia dan telah merenggut korban jiwa. Karena itu, masyarakat Indonesia harus disadarkan akan keberadaan dan bahaya nyamuk. Dengan alasan itulah museum ini hadir untuk memberikan sarana informasi edukatif kepada para pengunjung.

Selain sebagai wisata pendidikan, museum yang berdiri sejak tahun 2009 ini juga berfungsi sebagai sarana penunjang. Diantara fasilitas dan sarana yang bisa ditemui di museum ini mulai dari ruang cinderamata/souvenir hingga insektarium, laboratorium entomologi, parasitologi, farmakologi dan virology, laboratorium uji Insektisida, perpustakaan, tanaman obat anti malaria, Gedung Sinema (teater Nyamuk) berukuran 9x8 meter dengan kapasitas 120 orang, ruang multimedia yang berfungsi untuk proses editing dan dubbing, pusat pelayanan yang berfungsi sebagai tempat pelayanan informasi.

Koleksi Nyamuk

Selain itu, museum yang berada di komplek perkantoran Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Litbang P2B2) ini, terdapat  juga 80 nyamuk vector penyebar penyakit yang berasal dari Indonesia yang dikoleksi museum ini. Nyamuk-nyamuk tersebut terbagi dalam enam jenis, yaitu Aedes, Culex, Anopheles,Mansonia, Amigeres, dan Toxor. Museum ini juga dilengkapi koleksi tanaman pengusir nyamuk dan tanaman obat untuk gejala penyakit yang dibawa nyamuk. Museum Nyamuk juga menyediakan film dokumenter tentang siklus kehidupan nyamuk. [Arda Dinata].***

Museum Nyamuk

Gedung Musium & Teater Nyamuk Pangandaran
BERDASARKAN pemikiran bahwa penyakit menular dengan vektor nyamuk hingga kini masih menjadi beban berat bagi sebagian besar negara tropis termasuk Indonesia. Penyakit-penyakit menular melalui gigitan nyamuk seperti demam berdarah dengue, malaria, filariasis dan chikungunya masih endemis di banyak daerah di Indonesia dan merenggut ribuan jiwa setiap tahun. Karena itu, masyarakat Indonesia harus disadarkan akan keberadaan dan bahaya nyamuk.

Museum Nyamuk dibangun di atas tanah seluas 2.000 m2 dan dilengkapi fasilitas lainnya seperti  Gedung Sinema (teater Nyamuk), ruang multimedia, dan ruang Cinderamata, yang pembangunannya selama 3 tahun dari tahun 2006-2008. Museum ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan  pada tanggal 19 Agustus 2009. Diresmikannya Museum dan Theater Nyamuk diharapkan dapat menjadi ikon wisata ilmiah Litbangkes dan dapat mempermudah akses hasil Litbangkes agar penelitian yang dilakukan selama ini berhasil dan berdaya guna.

Museum ini memiliki sekitar 80 koleksi nyamuk vektor penyebar penyakit asal dari Indonesia. Koleksi museum dibagi dalam 6 genera, yaitu: Aedes, Culex, Anopheles, Mansonia, Armigeres dan Toxor. Masing-masing genus terdiri dari spesimen, stadium telur, larva, pupa dan nyamuk selain itu juga dilengkapi koleksi tanaman pengusir nyamuk dan tanaman obat untuk gejala penyakit yang dibawa nyamuk. [Arda].***

Museum Nyamuk

Jalan Raya Pangandaran Km 3 Pangandaran
Kab. Pangandaran 46396, Provinsi Jawa Barat.
Telp./Fax.: (0265) 639375

SLIMMING SERIES

Dapat uang melalui internet